
Bagi Atika, Ramadan bukan sebatas menahan lapar, melainkan ruang belajar bagi putranya, Salahuddin Rumi Firaz Ariwibowo. Di keluarga ini, Idulfitri dirayakan sebagai kemenangan kecil dari latihan disiplin yang dijalani sejak awal puasa.
Tradisi lebaran mereka dimulai dari musala desa. Atika dan keluarga mengikuti selamatan dengan membawa ketupat dan makanan khas untuk dinikmati bersama tetangga. “Ini bentuk syukur kami atas kesehatan yang Allah berikan,” ujarnya.
Usai doa bersama, Rumi diajak berkeliling desa. Ia belajar mengetuk pintu rumah kerabat dan tetangga, menjabat tangan, serta saling memaafkan. Bagi Atika, momen sederhana itu adalah pelajaran empati yang nyata.
Semangat Rumi juga tumbuh dari kebiasaan yang dibangun bersama. Sebelum Ramadan, Atika dan suaminya mengajak Rumi menyusun jadwal kegiatan. Hasilnya, ia terbiasa salat lima waktu, mengikuti tarawih, dan berpuasa penuh hingga maghrib.
Di sekolahnya, PG&TK Daarut Tauhiid, Rumi juga terinspirasi oleh jurnal kebaikan yang menarik secara visual. Ia bahkan mulai lebih rapi saat salat karena ingin memberikan yang terbaik di hadapan Allah.
Nilai 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun) menjadi bekal Rumi saat bertemu keluarga. Agar kebiasaan baik itu terus hidup, Atika kerap menutup hari dengan cerita pendek tentang karakter positif Rumi sebelum tidur. Dari cerita sederhana itulah, benih kebaikan perlahan tumbuh di hatinya. (Dian Safitri)
🎉 Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
📚PG&TK Khas Daarut Tauhiid
🌐 Link pendaftaran:
👉 https://ppdb.daaruttauhiid.sch.id
📞 Informasi lebih lengkap hubungi:
💬 Humas PG&TK Khas Daarut Tauhiid
📱 082321143334
🏫 PG&TK Khas Daarut Tauhiid
📍 Alamat: JL Gegerkalong Girang, MIDC 55, 40154, Isola, Kec. Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat 40154
✨ Ayo daftarkan putra putri terbaik Ayah Bunda, jadikan mereka generasi cerdas, berakhlak, dan berkarakter Islami! 🌟
